Pertunjukkan Reog Getarkan Panggung HUT SMP Negeri 1 Baturetno!

Baturetno – Kamis, 29 Januari 2026, SMP Negeri 1 Baturetno menggelar puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 dengan suasana penuh kemeriahan. Acara yang dipusatkan di Lapangan utama sekolah ini merupakan muara dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sebelumnya, turnamen bola voli antar-SD se-Distrik Baturetno.

Kemeriahan diawali sejak pagi dengan jalan sehat yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah. Setelah mencapai garis finish, suasana berubah menjadi khidmat karena acara dibuka dengan menyanyikan Indonesia Raya dan penampilan dari team Tahfidz SPENSABA. Juga sekaligus hangat dengan prosesi pemotongan tumpeng. Tradisi ini dilakukan sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME, simbol kebersamaan, serta harapan agar SMP Negeri 1 Baturetno terus jaya dan penuh prestasi di masa depan.

penampilan siswa-siswi SPENSABA dalam acara HUT

Dilanjut dengan panggung hiburan yang diambil alih oleh talenta-talenta siswa SMP Negeri 1 Baturetno. Berbagai pertunjukan seni ditampilkan dengan memukau, di antaranya: Penampilan memukau Tari ‘Geger Bumi Wengker’ oleh tim tari kelas 9 dan ‘Tari Mangastuti’ oleh tim tari kelas 7. Tari Geger Bumi Wengker adalah tari tradisional khas Ponorogo, Jawa Timur, yang menggambarkan sejarah pertempuran Raja Airlangga melawan Kettu Wijaya untuk merebut kembali Kerajaan Wengker. Dan Tari Mangastuti adalah tarian kreasi baru dari Yogyakarta yang memadukan elemen tari klasik dengan jaipong, menciptakan gerakan indah dan dinamis. Tarian ini menggambarkan perwujudan syukur, doa, dan harapan, serta perilaku kasih sayang untuk keselamatan, keselarasan hidup, dan kebahagiaan bersama.

Dilanjutkan dengan tampilan dongeng “Timun Mas” yang dibawakan secara apik oleh Vigo Rendi Pratama (7A) yang bercerita tentang seorang gadis yang lahir dari timun emas, yang kemudian harus melawan raksasa jahat (Buto Ijo) yang ingin memakannya saat ia berusia 17 tahun, dengan menggunakan bantuan biji timun, jarum, garam, dan terasi yang berubah menjadi kebun timun, hutan bambu, lautan, serta lumpur, yang akhirnya membuat raksasa itu kalah dan Timun Mas hidup bahagia. Serta pementasan drama “Roro Jonggrang” oleh perwakilan kelas 7 yang bercerita tentang legenda tentang putri cantik yang menolak menikah dengan Bandung Bondowoso, yang telah membunuh ayahnya, Prabu Baka. Roro Jonggrang mengajukan dua syarat: membuat sumur Jalatunda dan 1000 candi dalam semalam, namun berhasil menggagalkan syarat terakhir dengan tipu muslihat membangunkan warga untuk menumbuk padi dan membakar jerami agar jin mengira pagi. Bandung Bondowoso murka, mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca batu untuk melengkapi candi ke-1000, yang kini dikenal sebagai Arca Durga di Candi Prambanan.

Selain itu, ditampilkan juga Lakon wayang orang bertajuk “Semar mBangun SPENSABA” oleh siswa kelas 8 yang menceritakan asal usul SPENSABA dan dikreasikan bersama punokawan. Ada juga aksi bela diri dari tim Pencak Silat Spensaba yang menggabungkan berbagai perguruan, serta penampilan energik Dance “Tabola-Bale” dari tim “Hore!”. Tak lupa, ada juga persembahan musik dari SPENSABA BAND dengan iringan musik yang syahdu dengan perpaduan suara dari vokalis yang merdu.

Daya tarik utama yang paling dinantikan adalah penampilan Reog dari tim Sardulo Mudo Spensaba yang bercerita tentang Singo Barong lan Klono Sewandono yang memperebutkan seorang wanita. Dengan gerakan yang atraktif dan iringan musik yang menghentak, para pemain berhasil menyulap lapangan menjadi arena budaya yang luar biasa. Tepuk tangan dan decak kagum penonton tak berhenti mengalir sepanjang pertunjukan.

Acara ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, melainkan bukti nyata komitmen SMP Negeri 1 Baturetno dalam menjadi wadah pelestarian budaya lokal sekaligus ruang ekspresi kreativitas bagi para siswanya. Nantikan acara HUT tahun depan!

 

– t&n