0%
Terkini
--:--:--

Sinau On The Street: Siswa SMP Negeri 1 Baturetno Jelajahi Pusat Produksi Makanan, Dapatkan Bekal Ilmu Kewirausahaan

13 April 2026 Redaksi Eksis 1 Dilihat
Teks:

Baturetno,12 April 2026 – Dalam rangka memperkaya wawasan dan memberikan pembelajaran nyata di luar ruang kelas, SMP Negeri 1 Baturetno kembali menggelar kegiatan kokurikuler unggulan bertajuk Sinau On The Street. Kegiatan kali ini mengusung tema pengenalan proses produksi pangan lokal, dengan mengunjungi empat sentra produksi makanan unggulan di daerah sekitar, yaitu pembuatan telur asin, pembuatan tempe, pembuatan tahu, dan pembuatan ampyang. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 7, 8, dan 9 ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 April 2026, dan berjalan dengan penuh semangat serta antusiasme yang luar biasa.

Kegiatan dimulai sejak pagi hari, tepatnya pukul 06.30 WIB, dengan berkumpulnya seluruh warga sekolah di lapangan utama. Sebelum berangkat menuju lokasi tujuan, seluruh siswa dan guru terlebih dahulu melaksanakan sholat Dhuha secara berjamaah. Momen ini dijadikan sebagai sarana memohon kelancaran kegiatan, keberkahan ilmu yang akan didapatkan, serta keselamatan bagi seluruh peserta selama perjalanan dan proses pembelajaran berlangsung. Suasana khusyuk terlihat sepanjang pelaksanaan ibadah, yang kemudian dilanjutkan dengan pengarahan singkat dari pembina kegiatan terkait tata tertib, keamanan, dan tujuan kunjungan.

Setelah pengarahan selesai, seluruh peserta dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan lokasi sentra produksi yang akan dikunjungi. Pembagian kelompok ini dirancang agar setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mempelajari seluruh proses produksi dari awal hingga akhir. Selama perjalanan dan berada di lokasi, seluruh siswa didampingi dan dibimbing oleh semua guru mata pelajaran serta guru kelas, sehingga keamanan dan kenyamanan dapat terjaga dengan baik. Para guru juga berperan aktif dalam memandu diskusi dan menjelaskan keterkaitan materi pelajaran di sekolah dengan praktik yang dilihat langsung di lapangan.

Sesampainya di setiap lokasi, para pengusaha lokal yang menjadi narasumber menyambut hangat kedatangan rombongan sekolah. Siswa-siswa kemudian diajak untuk menyaksikan secara langsung setiap tahapan pembuatan makanan tersebut. Di sentra pembuatan telur asin, mereka mempelajari teknik pemilihan telur bebek yang berkualitas, proses pencampuran bahan pembumbu dan pengawet alami, hingga proses perendaman dan pematangan yang memakan waktu tertentu. Sementara itu, di sentra pembuatan tempe dan tahu, siswa melihat bagaimana kedelai diolah mulai dari pencucian, perebusan, peragian, hingga proses pencetakan dan pengemasan.

Tak kalah menarik, di sentra pembuatan ampyang—makanan ringan khas yang terbuat dari kacang tanah dan gula merah—siswa menyaksikan proses memasak bahan dengan takaran yang pas, teknik pencampuran agar teksturnya renyah dan rasanya seimbang, serta cara pengemasan yang menarik agar produk memiliki nilai jual lebih. Sepanjang proses pengamatan, siswa terlihat sangat aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari bahan baku yang digunakan, modal usaha, tantangan yang dihadapi, hingga strategi memasarkan produk ke konsumen.

Melalui kunjungan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang proses produksi makanan saja, tetapi juga dibekali dengan ilmu kewirausahaan atau entrepreneurship. Di tengah kondisi perekonomian nasional yang saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan dan ketidakstabilan, bekal ini dianggap sangat penting sebagai alternatif bekal hidup. Para siswa diajarkan bahwa dengan memanfaatkan potensi sumber daya lokal dan mengembangkan keterampilan pengolahan makanan, mereka bisa menciptakan lapangan usaha sendiri di masa depan, baik sebagai usaha sampingan maupun usaha utama yang menjanjikan. Nilai-nilai kerja keras, ketelitian, keuletan, dan kreativitas yang ditunjukkan oleh para pengusaha lokal juga menjadi pelajaran berharga yang dapat diteladani.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Baturetno, Bapak Cundoko, M.Pd, memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan Sinau On The Street ini. Menurut beliau, kegiatan semacam ini merupakan wujud dari penerapan kurikulum yang berbasis pada pembelajaran kontekstual, di mana siswa diajak untuk belajar dari lingkungan sekitar.

“Kami sangat mengapresiasi seluruh panitia, guru, narasumber, dan tentunya siswa yang telah mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Sinau On The Street bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi sebuah proses pembelajaran yang nyata. Ketika siswa melihat, mendengar, dan mengalami langsung, ilmu yang didapatkan akan jauh lebih melekat dan bermanfaat. Terlebih lagi, di saat kondisi ekonomi sedang tidak menentu seperti sekarang, memberikan bekal kewirausahaan sedini mungkin adalah investasi terbaik bagi masa depan mereka. Kami berharap pengalaman ini dapat memicu jiwa kreatif dan mandiri siswa, sehingga kelak mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” tegas Bapak Cundoko dalam sambutannya usai kegiatan.

Hingga sore hari, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa ada kendala berarti. Siswa pulang ke sekolah dengan wajah ceria dan membawa banyak sekali pengetahuan baru. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin sekolah yang terus dikembangkan, agar semakin banyak wawasan dan keterampilan hidup yang dapat diberikan kepada peserta didik SMP Negeri 1 Baturetno.

Berikan apresiasimu!

Belum ada tanggapan

Jadilah yang pertama untuk memberikan apresiasi atau masukan!

Tulis Tanggapan Anda

Komentar akan ditinjau secara moderasi