0%
Terkini
Update: Foto galeri kegiatan Class Meeting terbaru sudah tersedia.        Ayo kirimkan naskah tulisanmu ke tim redaksi Eksis sekarang juga!        Selamat datang di E-Magazine Majalah Eksis — Portal Kreativitas Siswa.        🔥 TERBARU: Say Goodbye & Selamat Bertugas: Dewan Penggalang “Bimasakti Prasaba” SMPN 1 Baturetno Periode 2026/2027        🔥 TERBARU: Pelantikan Pengurus Osis SMP Negeri 1 Baturetno Masa Bakti 2026–2027: Langkah Baru Pengabdian Dan Kepemimpinan Remaja        🔥 TERBARU: Tiga Siswa SMP Negeri 1 Baturetno Raih Predikat Terbaik dalam Pelantikan Pramuka Garuda Penggalang Kwaran Baturetno        Update: Foto galeri kegiatan Class Meeting terbaru sudah tersedia.        Ayo kirimkan naskah tulisanmu ke tim redaksi Eksis sekarang juga!        Selamat datang di E-Magazine Majalah Eksis — Portal Kreativitas Siswa.        🔥 TERBARU: Say Goodbye & Selamat Bertugas: Dewan Penggalang “Bimasakti Prasaba” SMPN 1 Baturetno Periode 2026/2027        🔥 TERBARU: Pelantikan Pengurus Osis SMP Negeri 1 Baturetno Masa Bakti 2026–2027: Langkah Baru Pengabdian Dan Kepemimpinan Remaja        🔥 TERBARU: Tiga Siswa SMP Negeri 1 Baturetno Raih Predikat Terbaik dalam Pelantikan Pramuka Garuda Penggalang Kwaran Baturetno       
--:--:--

Senja Aku Kembali

01 Desember 2021 Redaksi Eksis 13 Dilihat
Teks:

Ketika piringan matahari secara keseluruhan telah hilang dari cakrawala, maka di situlah senja datang.
"Hai senja, aku kembali. Bolehkah aku mengadu kepadamu tentang hari ini?" dialogku kepada senja.
Mungkin orang-orang yang sedang berlalu lalang sudah menganggap ku gila karena berbicara sendiri seolah-olah ada seseorang yang mengajakku berbicara.
Nyatanya aku tidak gila, aku hanya mengadu kepada senja tentang hari ini. Hari ini adalah hari dimana aku selesai ujian, perasaanku lega juga gelisah. Lega karena ujian sudah selesai dan gelisah akan keputusan akhir aku lulus atau tidak.

Saking asiknya bercerita, tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul
17. 00 petang.

Lagi dan lagi aku terlambat pulang ke rumah.

"Terima kasih Senja sudah menemani dan mendengarkan ceritaku hari ini, semoga esok aku dapat bertemu denganmu lagi," ucapku sebelum melangkah pergi menuju rumah.

"Kenapa pulang terlambat lagi? Sudah Ibu bilang sehabis pulang sekolah jangan main kemana-mana!" tegur sang Ibu.
" Maaf Bu saya pulang terlambat, saya akan pulang lebih awal besok."
Tapi aku tidak bisa berjanji, karena pada akhirnya aku kembali menemui senja lagi.
Setelah mendapat teguran dari sang Ibu, Kania bergegas masuk kamar lalu menuju meja belajar dan menulis unek-unek nya di buku catatan.
Inilah yang membuat ia malas untuk pulang ke rumah, perasaan hampa selalu menyelimutinya.
Hampa? Bukankah ia memilik seorang Ibu di rumah?
Ibunya seorang wanita karier yang pastinya sibuk ke sana kemari mengurus pekerjaan ini itu. Beliau jarang sekali menyempatkan waktu untuk Kania. Sedangkan Ayahnya sudah meninggal dunia 2 tahun yang lalu. Terlebih Kania merupakan anak tunggal.

Itulah salah satu alasan ia sering membagi cerita dengan senja dari pada Ibunya.
Kania kesepian. Ia butuh teman.

-·//·-
Next day . . .

"Hai senja, aku kembali lagi." entah berapa kali aku mengucapkan kata itu setiap menemui senja.
Sekali lagi aku berbohong ingin kembali ke rumah lebih awal. Bukan sekali lagi tapi ke sekian kali.

Kali ini aku datang tidak bertujuan ingin mengadu, aku hanya ingin menikmati indahnya sinar oranye yang memancar menyinari indahnya kota.
Perlahan demi perlahan sinar oranye itu memudar menjadi cahaya semu.
Senjaku pergi untuk menghilang.
Waktu berganti langit pun semakin gelap. Ketika Bulan telah menampakkan diri, maka di situlah senja pergi dan entah kapan kembali.

By : Carissa Athalia Putri

Kelas : IX A

Berikan apresiasimu!

Belum ada tanggapan

Jadilah yang pertama untuk memberikan apresiasi atau masukan!

Tulis Tanggapan Anda

Komentar akan ditinjau secara moderasi